Peek.Me Naturals

"Stress, Jauh-jauhlah Dariku!"

Orang dulu bilang, "masuk angin" itu penyebab dari segala jenis keluhan kesehatan. Kalau orang jaman now bilang, "stress" itu penyebab yang nge-trend untuk segala jenis keluhan kesehatan.

Di masa modern ini banyak faktor, baik gaya hidup yang memiliki tekanan tinggi maupun lingkungan yang tidak kondusif (polusi, kemacetan, kurangnya dukungan sosiomoral), yang membuat tingkat stress meningkat drastis.

Riset menunjukkan kalau stress adalah faktor yang sangat mempengaruhi kondisi kesehatan kita--bukan hanya secara mental, tapi juga secara fisik. Stress yang dibiarkan tanpa ditangani bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Pengaruh stress terhadap tubuh, mood, dan perilaku:

  • sakit kepala dan nyeri otot
  • sulit tidur
  • masalah perut
  • kecemasan berlebih
  • motivasi dan fokus turun
  • kemarahan
  • kesedihan dan depresi
  • perubahan pola makan
  • pelarian ke alkohol, narkoba, atau rokok
  • menarik diri

Nah, gimana cara kita mengurangi stress?

Bisa berbagai macam cara lho!

1.  Makanan!

Betul, makanan tertentu bisa mengurangi level stress lho. Tapi bukan berarti jadi boleh sembarang makan yaa... Nanti kadar stress berkurang, kadar kolesterol yang bertambah... gawat! Berikut ini beberapa jenis makanan yang bisa mengurangi stress:

  • Sayur berdaun hijau: seperti bayam, tinggi kandungan folatnya dan menghasilkan dopamine, yaitu komponen kimiawi yang memberi rasa nyaman.
  • Oatmeal: karbohidrat kompleks membantu otak memproduksi serotonin, yang mengurangi depresi. Betul, gula lain pun akan membantu, tapi pilihlah yang lebih sehat :)
  • Blueberry, dan buah berry lainnya, tinggi akan antioksidan. Stress berlebih menaikkan level radikal bebas dalam tubuh kita--antioksidan akan melawan radikal bebas ini dan mengoptimalkan daya tahan tubuh.
  • Magnesium (ditemukan pada biji-bijian seperti flaxseed, kuaci, yogurt, kacang-kacangan, dan ikan) bisa menstabilkan emosi dan mengurangi rasa lelah.
  • COKLAT! makanan favorit banyak orang ini, terbukti bisa menurunkan kadar hormon kortisol (pencetus stress) di tubuh. Selain itu, dark chocolate juga mengandung antioksidan yang bisa melancarkan peredaran darah dan menurunkan tekanan darah.

 

2. Aktivitas fisik

Tidak harus mencapai 10,000 langkah setiap hari, tapi olahraga ringan dan aktivitas fisik rutin akan membantu mengurangi stress. Dengan bergerak, badan kita menghasilkan endorfin: zat kimia di otak yang berfungsi sebagai painkiller alami. Selain itu olahraga juga membantu kita untuk tidur lebih baik, yang secara langsung akan mengurangi level stress.

3.  Relaksasi

Baik dengan massage, refleksi, meditasi, yoga, atau bahkan hanya teknik pernafasan--relaksasi (jelas) akan menurunkan level stress kita. Kalau kegiatan ini (seperti yoga atau meditasi) dilakukan bersama-sama dengan teman atau keluarga,  efek baiknya berganda karena interaksi sosial positif juga akan mengurangi kadar stress kita.

4.  Aromaterapi

Beberapa komponen senyawa kimia yang terdapat pada essential oil terbukti efektif mengurangi stress, terutama apabila dihirup. Indra penciuman kita adalah indra yang berhubungan langsung dengan sistem limbik dan amygdala--bagian di otak yang mengontrol emosi, mood, dan ingatan (memori). Saat essential oil dihirup, molekul kimianya akan langsung bereaksi dengan reseptor di otak dan menghasilkan efek menenangkan, mengurangi ketegangan, dan membantu tidur. Beberapa essential oil yang bermanfaat untuk mengurangi stress: Lavender, Ylang Ylang, Bergamot, Yuzu, Clary Sage, Jasmine, Roman Chamomile, dan Vetiver. Atau untuk praktisnya, bisa juga menghirup inhaler Bye Bye Stress dari Peek.Me Naturals yang sudah diformulasi khusus untuk mengurangi stress dan menaikkan mood.

Kalau sudah dibiarkan terlalu lama, stress seperti hantu kolong ranjang yang makin hari jadi makin menakutkan buat anak-anak kecil. Segera berantas, sebelum makin banyak sistem tubuh dan mood kita yang terkena efek negatif dari stress. Ikuti tips-tips di atas untuk memeranginya :)

Staying Sane During Vacation

 

Staying Sane During Vacation

Liburan asyik? Seru? Emmmmmm, belum tentu!

Betul, berlibur biasanya bertujuan untuk keluar sementara dari rutinitas yang ketat, refreshing badan dan pikiran supaya ga mumet. Berlibur juga pinginnya untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat kita. Penuh tawa dan canda. Momen-momen indah yang instagrammable. Tapiiiii..... kenyataan kadang berbicara lain.

Sawah hijau membentang asri tiba-tiba jadi seperti ladang ranjau penuh nyamuk dan serangga: badan jadi bentol dan gatal-gatal. Waktu berlibur bersama anak jadi kacau karena anak rewel tidak bisa tidur, adik bayi rewel mogok makan, dan mainan kelupaan tertinggal di rumah. Belum lagi kalau cuaca tiba-tiba tidak mendukung dan semua orang terserang virus bergantian, batuk pilek bersin bersahut-sahutan seperti konser.


 

Gimanaaaa dong?

Selain packing baju-baju dan properti foto (penting!), harus selalu siap dengan beberapa tips dan senjata traveling:

  • Untuk keluarga dengan anak kecil: mainan anak, baju ganti di tas kabin, dan alat mewarnai (krayon bisa untuk mewarnai buku, mewarnai dinding kalau sudah kehabisan kertas, dan mewarnai baju ayah ibu yang sudah mentok kehabisan gaya). Peek-A-Boo supaya si batita kecil bisa kooperatif jadwal tidur dan makannya.
  • Untuk keluarga dengan orang tua lanjut usia: atur jadwal supaya ada waktu tidur siang (anggota keluarga lain bisa beraktivitas), dan survey dulu untuk memastikan tidak ada tangga yang terlalu tinggi, dll.
  • Untuk yang pergi dengan teman-teman: permainan board game atau kartu supaya ga bosan di jalan, snack dan minuman yang bisa dishare
  • Untuk semua tipe traveler: Bugs Away spray atau lotion stick (supaya kulit tetap utuh mulus tak ternoda gigitan nyamuk), Immune Booster (supaya bisa mengikuti semua rencana perjalanan tanpa harus tepar), Breathe Balm (berjaga-jaga kalau ada yang mulai batuk pilek atau flu), Anti Nausea inhaler supaya apapun moda transportasi yang digunakan, tidak akan ada yang mabuk perjalanan.

 

Staycationing?

Ga semua orang mudik atau bepergian tapinya, apa dong tips-tips untuk mereka yang staycationing (menghabiskan waktu libur tanpa pergi ke luar kota)? Terutama untuk keluarga dengan anak kecil, staycationing bisa seru lho!

  • Cari museum atau landmark historis di kota kalian yang belum pernah dikunjungi
  • Cari outdoor park yang memiliki banyak pilihan aktivitas: kebun binatang, taman seni, adventure park, atau gelanggang olahraga
  • Membentuk kelompok kecil anak-anak untuk playdate bergiliran ke rumah masing-masing, supaya orang tua ada kesempatan untuk bersosialisasi
  • Mengumpulkan barang untuk membuat time capsule yang akan dibuka x tahun kemudian

 

Apa tips kalian untuk berlibur seru? Yuk share di facebook atau instagram kita!